Bisnis Properti Pasti Menguntungkan, Ada Yang Tanpa Modal Lho

Kata siapa memiliki bisnis properti itu harus modal gede alias miliaran Rupiah? Percaya gak percaya, kamu pun bisa memulai usaha di bidang ini tanpa modal sekalipun alias modal dengkul!


Sektor properti memang cukup menarik untuk dijadikan sarana mendulang rezeki. Walaupun sempat lesu, tapi peluangnya tetap ada untuk masa depan. Dikutip dari Okezone, Robert T. Kiyosaki mengatakan bahwa bisnis di bidang ini tetap menguntungkan meski labanya kecil.

Di samping itu, usaha di bidang properti itu gak hanya sebatas jual tanah, bangun, dan jual hunian doang. Masih ada cara lain untuk bisa menjalankan bisnis di bidang ini tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Pengin tahu cara bisnis properti kecil-kecilan apa saja yang bisa kamu mulai saat ini? Berikut ulasannya.


Jika anda mempunyai impian untuk memiliki sebuah mobil mewah atau mobil klasik dengan harga yang sangat terjangkau. Ini dia lelang mobil kejaksaan jakarta, Jangan sampai ketinggalan!!  

1. Makelar properti


bisnis properti
Makelar properti. (Shutterstock)
Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung saja ke chi รจ l'influencer marketing sekarang juga Bisnis yang satu ini bahasa kerennya Broker Properti. Hmm, atau malah kebalik ya? Intinya, makelar atau broker adalah perantara yang menjembatani investor ke pembeli atau penjual properti. Tentunya, menjadi seorang makelar gak perlu harus punya properti dulu dong.
Yang dibutuhkan cuma pemahaman yang mumpuni soal tren harga properti di setiap daerah. Selain itu, kamu tentu saja perlu memiliki network yang sangat luas.

Sejatinya, bisnis properti yang satu ini digolongkan menjadi dua jenis. Yang pertama adalah makelar properti freelance, dan yang kedua adalah yang bersertifikat alias bernaung di bawah perusahaan.
Selain bisa dimulai dengan modal dengkul, bisnis yang satu ini juga bisa dijadikan sebagai usaha sampingan karena gak terikat waktu. Paling kamu hanya perlu ketemu dengan klienmu ketika mereka mau cek lokasi. 

Tapi jangan salah, pendapatannya juga menjanjikan lho. Harga properti itu mahal alias bisa ratusan hingga miliaran Rupiah. Masa komisinya cuma ratusan ribu Rupiah, betul gak?

2. Bisnis properti lewat pasar modal


bisnis properti
Jual beli saham properti. (Shutterstock)
Mau coba bisnis properti tapi gak ada modal, takut rugi, dan gak punya waktu? Coba jajal saja dengan membeli saham perusahaan di bidang properti.
Lho bukannya ini investasi saham ya?


Membeli saham perusahaan jelas artinya kita membeli perusahaan tersebut walaupun persentase kepemilikannya kecil. Tapi kiranya hal itu cukup menarik untukmu dalam mempelajari ruwetnya bisnis di sektor ini.

Saham properti itu banyak sekali di bursa, sebut saja seperti Ciputra (CTRA), Pakuwon Jati (PWON), PT PP Properti (PPRO), Lippo Karawaci (LPKR), dan lainnya. Tapi jangan asal beli juga lho.
Gak usah khawatir, harga saham perusahaan properti itu gak semuanya mahal. Banyak sekali yang harganya di bawah Rp 1.000 perak per lembar. Itu artinya ketika kamu membeli 1 lot alias 100 lembar, uang yang kamu butuhkan jelas di bawah Rp 100 ribu.

Walaupun harga properti selalu naik, bukan berarti investasi saham properti pasti untung.

Harga saham mereka bisa jadi goyang ketika ada kenaikan suku bunga kredit, atau lesunya penjualan mereka dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu, pilih perusahaan properti yang memiliki fundamental baik dan proyeknya kamu ketahui.Jangan pilih yang gak jelas, dan harga sahamnya naik turun dalam waktu singkat. Itu sih namanya saham gorengan.

3. Pendanaan properti di situs P2P lending


bisnis properti
Pendanaan properti lewat P2P lending. (Shutterstock)
Udah tahu belum kalau di Indonesia sudah ada situs P2P lending yang bergerak di bidang pendanaan properti? Intinya, situs itu memang membantu mereka yang ingin membeli aset properti tapi butuh pinjaman uang untuk DP rumah dan sewa rumah. Selain itu, kamu juga bisa mendanai proyek properti lewat invoice financing.

Sama seperti situs P2P lending lainnya, situs P2P lending ini sejatinya mempertemukan investor dan peminjam dana. Kabarnya, return alias imbal hasil yang kamu dapatkan lewat investasi pendanaan properti ini mencapai 11 persen per tahun.

Nominal pendanaannya juga gak mahal-mahal banget, mulai dari Rp 200 ribu saja. Gimana menurutmu?

Dengan modal minimal Rp 200 ribu, kamu sudah bisa terjun ke dalam sebuah bisnis properti sebagai investor. Walaupun bentuknya investasi, tapi pada dasarnya di dalamnya ada sebuah bisnis yang berjalan.

Akan tetapi, risiko terjun ke investasi ini memang terbilang cukup besar. Hal itu disebabkan karena pihak peminjam dana rata-rata adalah orang yang dinilai kurang layak kredit bank.
Apa jadinya jika sewaktu-waktu ada kredit macet?

4. Bisnis homestay alias penyewaan kamar


bisnis properti
Sewakan kamar lewat Airbnb atau situs sejenisnya bisa hasilkan uang. (Shutterstock)
Khusus buat kamu yang masih tinggal di rumah orangtua, kamu bisa menjalankan bisnis penyewaan properti ini. Asalkan ada ruangan atau kamar yang memang gak terpakai di sana.

Dengan adanya situs AirBnB, AiryRoom, Traveloka, Booking.com dan lain sebagainya, kamu bisa menyewakan kamar di rumahmu pada orang lain. Mereka yang lagi traveling atau cari kos-kosan bisa jadi berminat untuk menyewa hunianmu.

Kalau dibilang modalnya berapa, semuanya tergantung dari situasi dan kondisi juga.
Menyewakan kamar atau bagian rumahmu ke orang lain tentu ada risikonya. Bisa jadi berupa kerusakan fasilitas, tagihan listrik yang membengkak, dan lain sebagainya.

Chelsea menempuh kemenangan 1 - 0 atas Ajax di liga Champion,  taruhan bola ada hadiahnya

Pastikan kamu sudah membuat hitung-hitungan untuk mewaspadai risiko ini sebelum menetapkan harga sewanya. Kemudian, pastikan juga orang yang menyewa rumahmu memang bertanggung jawab terhadap penggunaan fasilitasnya. Jangan malah bikin rusuh nantinya.

5. Mendirikan situs pencarian properti


bisnis properti
Bikin situs jual beli properti yang bagus dan powerful. (Shutterstock)
Contoh bisnis properti yang satu ini mungkin gak wajar dan lebih erat disebut sebagai bisnis di dunia teknologi. Tapi kalau dilihat dengan seksama, bisnisnya tetap properti, hanya saja infrastrukturnya dibangun dengan teknologi.
Gak sedikit kan situs-situs pencarian properti di Indonesia, sebut saja seperti Rumah123, Rumah.com, dan lain sebagainya. Ketika seseorang ingin mencari informasi seputar harga tanah di lokasi tertentu, maka situs itu langsung menampilkan banyak pilihan dan informasi.


Harganya pun tertera di sana, beserta informasi lokasi dan luas tanahnya. Praktis bukan?
Buat yang punya modal Rp 5 jutaan atau lebih, kenapa gak bikin situs seperti ini saja? Ketika situsmu sudah memiliki banyak pengunjung atau user, kamu bisa menarik keuntungan lewat sistem membership eksklusif ke user untuk mengiklankan propertinya.


Cara monetisasi lainnya, kamu juga bisa menerapkan biaya perantara untuk transaksi properti yang sukses di dalamnya. Kamu bisa pula mengajak developer-developer lain atau bank untuk pasang iklan dengan murah di situsmu. 


Semuanya bisa asalkan kamu juga aktif dalam mengisi konten-konten di websitemu. Jangan sampai tampilan website dibiarkan gak menarik.

 
Itulah lima jenis bisnis properti yang bisa kamu mulai dengan modal kecil. Kira-kira tertarik mencoba bisnis yang mana ya?


Ingat lho, keuntungan bisnis properti itu lumayan gede. Sayang saja sih kalau gak kamu manfaatkan selagi ada peluang. 


Ketika bisnis kecil-kecilan ini sudah berkembang dengan besar, kamu pun bisa memulai usaha di bidang properti dengan skala yang lebih besar lagi. Gak menutup kemungkinan di masa depan kamu jadi taipan properti seperti para crazy rich di Indonesia. (Editor: Ruben Setiawan)

sumber : moneysmart.com
Indonesia Properti Expo (IPEX) akan kembali dihelat pada 16-24 November 2019 di Hall A & B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. IPEX Katadata Indonesia Properti Expo (IPEX) akan kembali dihelat pada 16-24 November 2019 di Hall A & B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Perhelatan ke-37 ini menargetkan 250 ribu pengunjung dengan transaksi kredit kepemilkan rumah (KPR) mencapai Rp 5 triliun. Target kunjungan ini lebih tinggi dari perolehan dalam pameran pada Juli lalu sebesar 209 ribu orang. PT Adhouse Clarion Events, penyelenggara IPEX, optimistis pameran dapat membantu kenaikan pasar properti yang sempat lesu selama beberapa waktu terakhir. “Kami optimistis acara kali ini bisa menjadi titik balik perkembangan pasar properti. Acara ini akan diramaikan oleh banyak pengembang properti, mulai dari perumahan subsidi, apartemen hingga perumahan eksklusif, seperti Metropolitan Land, Rancamaya, dan Riscon” ujar Gad Permata, Vice President PT Adhouse Clarion Events. Gad menambahkan pameran akan menghadirkan 73 pseserta pengembang. “Nanti ada 500 proyek yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung, termasuk 55 proyek bersbsusidi,” tambahnya. Arvin F. Iskandar, Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Jakarta, mengatakan selama ini pameran 2019 menjadi titik balik dari perubahan nasib pasar properti. “Setelah ada pemilhan presiden ini ada kenaikan, apalagi di landed residential, kami melihat ada kenaikan walaupun sedikit,” lanjut Arvin dalam keterangan pers di Jakarta. Berkembangnya fasilitas KPR dengan turunnya suku bunga dan bertambahnya jumlah pengembang subsidi, menjadi energi tambahan bagi industri ini dan diprediksi dapat menjadi pilihan baru bagi para target industri dan pengembang. “Kenaikan harga di pasar sebesar 0,4 persen dan realisasi penjualan yang meningkat 20 persen dalam sektor perumahan mengindikasikan bahwa penyerapan pasar cukup baik dan akan terus membaik hingga beberapa waktu ke depan,” tambah Arvin. Terlebih, Arvin menambahkan, selama ini dalam setiap (IPEX) dampaknya selalu positif. “Apalagi official sponsor kami tetap Bank BTN yang luar biasa programnya,” katanya. IPEX 2019 mendapat dukungan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan PT Bank Tabungan Negara (Pesero) Tbk. atau BTN sebagai official bank partner. Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Drs H. Agusny Gunawan, berharap penyelenggaraan pameran seperti Indonesia Properti Expo ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah, karena pada kegiatan ini hadir 35 pengembang subsidi dengan total proyek sebanyak 55 proyek yang turut membantu perkembangan pasar properti lewat edukasi satu tempat mengenai penyediaan properti. Sebagai informasi, dari tahun 2010 hingga 2019 pemerintah telah menyalurkan 644.067 unit rumah atau setara dengan Rp 43.21 triliun. Selain itu, banyak pilihan yang tersaji dalam satu tempat, membuat para calon pemilik properti dapat membandingkan langsung dengan lebih mudah dan disesuaikan dengan kebutuhan, serta kemampuan. “Dengan semakin meningkatnya minat MBR dalam memiliki rumah, artinya peluang pengembang untuk membangun rumah subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan semakin terbuka lebar,” kata Agusny. Bank BTN, sebagai official bank partner dari Indonesia Properti Expo, juga optimistis perkembangan pasar properti akan dimulai dari sekarang. Pasalnya, pengembang-pengembang didukung, sejalan dengan pembangunan negara, baik secara infrastruktur maupun sumber daya edukasi. Indonesia Properti Expo merupakan salah satu bagian upaya edukasi untuk masyarakat tentang bisnis properti. Selain itu, BTN juga menjalin kerja sama dengan para pengembang dengan program-program menarik, sehingga memudahkan konsumen untuk dapat membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR yang disediakan oleh BTN. Manager Non-Subsidized Mortgage and Consumer Leanting Division Bank BTN, Romeo Daniel Makenru Van Enst, mengatakan dalam pameran nanti, BTN siap memasarkan sejumlah produk unggulan. Menyasar Milenial Romeo mengatakan salah satu produk unggulan yang akan meluncur selama pameran adalah produk yang menyasar milenial. “Terobosan yang dilakukan BTN adalah kami membuat satu web BTNproperti.co.id untuk memudahkan milenial mengarah ke sana. Jadi pengajuan KPR atau mereka mencari rumah, mereka bisa lewat BTNproperti.co.id,” papar Romeo. “Dengan web tersebut para milenial bisa langsung mengajukan KPR secara online.” Masih untuk mengakomodir para milenial, BTN juga menyediakan KPR dengan tenor yang cukup panjang hingga 30 tahun. “Dengan tenor yang 30 tahun untuk kepemilikan rumah, otomatis angsurannya lebih kecil,” lanjut Romeo. Gad Permata dari Adhouse mengatakan dalam pameran ke-37 akan ada pendekatan khusus ke milenial antara lain berupa edukasi agar para milenial mencicil rumah, termasuk melalui pesan-pesan kekinian, seperti penggunaan #belirumahsekarang atau #2019beli rumah. “Kedua, untuk milenial ini ada joke, misalnya beli rumah itu kebutuhan primer, tapi jalan-jalan juga kebutuhan primer. Jadi kami sedang mengolaborasi di mana mereka tetap teredukasi, datang untuk melihat KPR rumah, tapi mereka juga bisa jalan-jalan, karena BTN nanti akan mendorong cicilan jalan-jalan,” papar Gad. Sementara itu dari sisi pengembang, untuk menyasar milenial juga telah disiapkan sejumlah strategi, antara lain menurut Arvin dari DPD REI Jakarta, pengembang mengecilkan ukuran rumah dan mendekatkan dengan sejumlah fasilitas yang secara khas dibutuhkan milenial, termasuk co-working space.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Indonesia Properti Expo 2019 Dukung Pemerintah Tingkatkan Pasar" , https://katadata.co.id/berita/2019/10/24/indonesia-properti-expo-2019-dukung-pemerintah-tingkatkan-pasar
Penulis: Tim Publikasi Katadata
Editor: Tim Publikasi Katadata
Indonesia Properti Expo (IPEX) akan kembali dihelat pada 16-24 November 2019 di Hall A & B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. IPEX Katadata Indonesia Properti Expo (IPEX) akan kembali dihelat pada 16-24 November 2019 di Hall A & B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Perhelatan ke-37 ini menargetkan 250 ribu pengunjung dengan transaksi kredit kepemilkan rumah (KPR) mencapai Rp 5 triliun. Target kunjungan ini lebih tinggi dari perolehan dalam pameran pada Juli lalu sebesar 209 ribu orang. PT Adhouse Clarion Events, penyelenggara IPEX, optimistis pameran dapat membantu kenaikan pasar properti yang sempat lesu selama beberapa waktu terakhir. “Kami optimistis acara kali ini bisa menjadi titik balik perkembangan pasar properti. Acara ini akan diramaikan oleh banyak pengembang properti, mulai dari perumahan subsidi, apartemen hingga perumahan eksklusif, seperti Metropolitan Land, Rancamaya, dan Riscon” ujar Gad Permata, Vice President PT Adhouse Clarion Events. Gad menambahkan pameran akan menghadirkan 73 pseserta pengembang. “Nanti ada 500 proyek yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung, termasuk 55 proyek bersbsusidi,” tambahnya. Arvin F. Iskandar, Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Jakarta, mengatakan selama ini pameran 2019 menjadi titik balik dari perubahan nasib pasar properti. “Setelah ada pemilhan presiden ini ada kenaikan, apalagi di landed residential, kami melihat ada kenaikan walaupun sedikit,” lanjut Arvin dalam keterangan pers di Jakarta. Berkembangnya fasilitas KPR dengan turunnya suku bunga dan bertambahnya jumlah pengembang subsidi, menjadi energi tambahan bagi industri ini dan diprediksi dapat menjadi pilihan baru bagi para target industri dan pengembang. “Kenaikan harga di pasar sebesar 0,4 persen dan realisasi penjualan yang meningkat 20 persen dalam sektor perumahan mengindikasikan bahwa penyerapan pasar cukup baik dan akan terus membaik hingga beberapa waktu ke depan,” tambah Arvin. Terlebih, Arvin menambahkan, selama ini dalam setiap (IPEX) dampaknya selalu positif. “Apalagi official sponsor kami tetap Bank BTN yang luar biasa programnya,” katanya. IPEX 2019 mendapat dukungan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan PT Bank Tabungan Negara (Pesero) Tbk. atau BTN sebagai official bank partner. Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Drs H. Agusny Gunawan, berharap penyelenggaraan pameran seperti Indonesia Properti Expo ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah, karena pada kegiatan ini hadir 35 pengembang subsidi dengan total proyek sebanyak 55 proyek yang turut membantu perkembangan pasar properti lewat edukasi satu tempat mengenai penyediaan properti. Sebagai informasi, dari tahun 2010 hingga 2019 pemerintah telah menyalurkan 644.067 unit rumah atau setara dengan Rp 43.21 triliun. Selain itu, banyak pilihan yang tersaji dalam satu tempat, membuat para calon pemilik properti dapat membandingkan langsung dengan lebih mudah dan disesuaikan dengan kebutuhan, serta kemampuan. “Dengan semakin meningkatnya minat MBR dalam memiliki rumah, artinya peluang pengembang untuk membangun rumah subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan semakin terbuka lebar,” kata Agusny. Bank BTN, sebagai official bank partner dari Indonesia Properti Expo, juga optimistis perkembangan pasar properti akan dimulai dari sekarang. Pasalnya, pengembang-pengembang didukung, sejalan dengan pembangunan negara, baik secara infrastruktur maupun sumber daya edukasi. Indonesia Properti Expo merupakan salah satu bagian upaya edukasi untuk masyarakat tentang bisnis properti. Selain itu, BTN juga menjalin kerja sama dengan para pengembang dengan program-program menarik, sehingga memudahkan konsumen untuk dapat membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR yang disediakan oleh BTN. Manager Non-Subsidized Mortgage and Consumer Leanting Division Bank BTN, Romeo Daniel Makenru Van Enst, mengatakan dalam pameran nanti, BTN siap memasarkan sejumlah produk unggulan. Menyasar Milenial Romeo mengatakan salah satu produk unggulan yang akan meluncur selama pameran adalah produk yang menyasar milenial. “Terobosan yang dilakukan BTN adalah kami membuat satu web BTNproperti.co.id untuk memudahkan milenial mengarah ke sana. Jadi pengajuan KPR atau mereka mencari rumah, mereka bisa lewat BTNproperti.co.id,” papar Romeo. “Dengan web tersebut para milenial bisa langsung mengajukan KPR secara online.” Masih untuk mengakomodir para milenial, BTN juga menyediakan KPR dengan tenor yang cukup panjang hingga 30 tahun. “Dengan tenor yang 30 tahun untuk kepemilikan rumah, otomatis angsurannya lebih kecil,” lanjut Romeo. Gad Permata dari Adhouse mengatakan dalam pameran ke-37 akan ada pendekatan khusus ke milenial antara lain berupa edukasi agar para milenial mencicil rumah, termasuk melalui pesan-pesan kekinian, seperti penggunaan #belirumahsekarang atau #2019beli rumah. “Kedua, untuk milenial ini ada joke, misalnya beli rumah itu kebutuhan primer, tapi jalan-jalan juga kebutuhan primer. Jadi kami sedang mengolaborasi di mana mereka tetap teredukasi, datang untuk melihat KPR rumah, tapi mereka juga bisa jalan-jalan, karena BTN nanti akan mendorong cicilan jalan-jalan,” papar Gad. Sementara itu dari sisi pengembang, untuk menyasar milenial juga telah disiapkan sejumlah strategi, antara lain menurut Arvin dari DPD REI Jakarta, pengembang mengecilkan ukuran rumah dan mendekatkan dengan sejumlah fasilitas yang secara khas dibutuhkan milenial, termasuk co-working space.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Indonesia Properti Expo 2019 Dukung Pemerintah Tingkatkan Pasar" , https://katadata.co.id/berita/2019/10/24/indonesia-properti-expo-2019-dukung-pemerintah-tingkatkan-pasar
Penulis: Tim Publikasi Katadata
Editor: Tim Publikasi Katadata

Komentar